Mendongeng dulu
yuuk sebelum tidur? Semoga imajinasiku ini bisa mengantarkan kalian menuju
istana mimpi yang indah “Let’s enjoy it guys !!”
PART 1
Putri Mushe dan Kacamata Impian
Oleh: Aris Yunita
Dahulu kala di sebuah kerajaan Shepa
hiduplah seorang raja dan ratu yang begitu mendambakan seorang anak. Hampir 6
tahun mereka hidup bersama di istana yang begitu besar dan megah itu. Mereka
hidup serba berkecukupan. Hampir semua keinginan mereka pasti terpenuhi. Tapi
kebahagiaan mereka belum sempurna karena mereka belum dikaruniai seorang anak
oleh sang Dewa alam. Berbagai cara telah mereka coba, tetapi hasilnya tetap
sama.
Hingga suatu hari mereka bertemu dengan seorang tabib
di dekat sungai. Ketika itu sang raja berencana mengunjungi Ayahandanya yang
tinggal di desa di seberang gunung kapur.
Ayah sang raja bernama raja
Halang Shepa. Shepa adalah nama kerajaan yang berdiri sejak lama dan telah
diwariskan secara turun temurun kepada anak cucunya. Raja Halang sendiri adalah
raja ke 6 yang telah memimpin kerajaan tersebut. Semua rakyat sangat
menghormati dan menyukai raja Halang. Raja Halang adalah raja yang begitu
bijaksana dan tegas dalam memimpin rakyatnya. Raja Halang sangat ramah dan baik
kepada semua rakyatnya. Beliau tidak
pernah bersikap sombong dan pilih kasih terhadap rakyatnya. Hingga masa
kepemimpinanya telah selesai dan digantikan oleh putra tunggalnya bernama raja
Rama Shepa, beliau tetap disegani oleh seluruh rakyatnya. Setelah raja Rama menikah
dengan ratu Billy dari kerajaan seberang, maka seluruh tahta dan harta warisan
raja Halang diserahkan kepada putra tunggalnya yaitu raja Rama.
Sejak saat itu raja Rama resmi menggantikan
kepemimpinan ayahnya dan menjadi raja ke 7 di keraajaan Shepa. Raja Halang
memutuskan untuk tinggal di sebuah desa yang jauh dari kerajaan karena ingin
menghabiskan hari tuanya di tempat dimana beliau dahulu bertemu dengan almarhum
isterinya. Raja Rama sendiri sebenarnya melarang ayahnya untuk pindah kesana
tetapi ayahnya tetap bersikeras terhadap keinginanya untuk tinggal di desa
tersebut. Dengan berat hati raja Rama dan ratu Billy mengijinkan raja Halang
untuk meninggalkan kerajaan Shepa.
***************
Suatu hari raja Rama bertemu seorang tabib ketika
melakukan perjalanan menuju kediaman Ayahandanya, raja Halang. Ketika itu hari
sudah menjelang malam, matahari sudah terbenam dan suara-suara binatang malam
mulai beradu dengan keunikannya masing-masing. Akhirnya sang raja dan
prajuritnya memutuskan untuk menghentikan perjalannya dan mencari desa terdekat
untuk tempat beristirahat. Hari semakin larut tetapi sang raja dan prajuritnya
belum juga menemukan rumah penduduk setempat. Hingga akhirnya sang raja dan
pasukannya menemukan sebuah sungai yang
terlihat berkilau dari kejauhan. Mareka menuju sumber cahaya yang
berasal dari sungai itu. Ternyata cahaya itu berasal dari keris seorang
kakek-kakek yang sedang ditancapkan di dekat batu besar.
“Maaf , kakek sedang apa malam-malam disini?” tanya
sang raja begitu penasaran.
Kakek itu tetap diam sambil duduk di sebuah batu besar
di pinggir sungai.
“maaf, kakek ini siapa? Dan sedang apa malam-malam
duduk sendiri di pinggir sungai?” tanya sang raja kedua kalinya yang semakin
penasaran.
Tetapi kakek itu tetap berdiam diri dan tetap duduk di
batu besar sambil memandang kerisnya
yang sedang ditancapkan di hadapannya. Sang raja semakin bingung dan tidak mengerti apa yang sedang
dilakukan oleh kakek itu.
“Maaf kek, kakek sedang apa disini?” untuk ketiga
kalinya sang raja bertanya kepada kakek tersebut.
Tetapi kali ini kakek itu menoleh dan memandang sang
raja dengan tatapan yang begitu tajam.
“Ada apa gerangan memanggil saya?” jawab kakek
tersebut dengan tenang.
“Sebenarnya kami ini sedang mencari tempat untuk
menginap malam ini, dan kami melihat cahaya yang begitu terang dari keris
kakek. Kalau boleh tahu,kakek ini siapa? Dan sedang apa malam-malam sendirian
di tempat ini?”
Kakek tersebut tersenyum dan berdiri dari tempat
duduknya.
“Aku adalah seorang tabib yang sedang mencari keris
pusaka di sebuah gua di tengah hutan di ujung sana. Dan keris yang bersinar
tadi adalah pasangan dari keris yang sedang kucari. Keris ini akan menyala jika
ada seseorang yang membutuhkan pertolongan ketika berada tidak jauh dari tempat
keris ini berada”
Sang raja dan prajuritnya begitu heran mendengar
cerita kakek tersebut. Dan kakek tersebut mencabut kerisnya yang tiba-tiba
padam.
“Berjalanlah lurus dari sini, kalian akan menemukan
sebuah pohon besar berwarna putih yang tidak berdaun. Pohon tersebut mempunyai
bentuk mirip dengan tubuh seorang gadis kecil. Lalu ikatlah pohon tersebut
dengan tali yang kau bawa sekarang” kakek tersebut memberi sebuah petunjuk
kepada sang raja dan prajuritnya.
“Kenapa saya harus mengikat pohon tersebut kek?” tanya
sang raja kepada kakek tersebut.
“Lakukan saja, nanti kalian juga akan mengerti. Dan
jangan sekali-kali kalian menggores pohon tersebut atau mematahkan rantingnya”
jawab kakek tersebut sambil menunjukkan ke arah mana mereka harus melanjutkan
perjalanan.
Sang raja dan seluruh prajuritnya melihat telunjuk
kakek yang menunjuk menuju ke arah belakang mereka. Setelah mereka membalikkan badan
tiba-tiba kakek tersebut sudah menghilang. Mereka berusaha mencari kakek
tersebut, tetapi mereka tidak menemukannya. Akhirnya sang raja memerintahkan
prajuritnya untuk berhenti mencari kakek tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sesuai dengan
petunjuk kakek tadi.
*************
Ditunggu ya kelanjutan dongengnya? Kalau mau ngasih
inspirasi buwat kelanjutan ceritanya boleh kok. Terimakasih telah menyempatkan
waktunya untuk mampir kesini :-)
Salam manis
dari Nona Senja (Aye)
06/12/2013 01:13
boleh boleh... (y)
BalasHapusIni punyaku...mana punyamu? :-D
Hapuspunyaku ada dihatimu :P
Hapushahaha...apaan :-D
Hapushaha lha maunya apaan to :P
Hapus