Jumat, 06 Desember 2013

Putri Mushe dan Kacamata Impian

Mendongeng dulu yuuk sebelum tidur? Semoga imajinasiku ini bisa mengantarkan kalian menuju istana mimpi yang indah “Let’s enjoy it guys !!”

PART 1 

Putri Mushe dan Kacamata Impian
  Oleh: Aris Yunita

          Dahulu kala di sebuah kerajaan Shepa hiduplah seorang raja dan ratu yang begitu mendambakan seorang anak. Hampir 6 tahun mereka hidup bersama di istana yang begitu besar dan megah itu. Mereka hidup serba berkecukupan. Hampir semua keinginan mereka pasti terpenuhi. Tapi kebahagiaan mereka belum sempurna karena mereka belum dikaruniai seorang anak oleh sang Dewa alam. Berbagai cara telah mereka coba, tetapi hasilnya tetap sama.
Hingga suatu hari mereka bertemu dengan seorang tabib di dekat sungai. Ketika itu sang raja berencana mengunjungi Ayahandanya yang tinggal di desa di seberang gunung kapur.  Ayah sang  raja bernama raja Halang Shepa. Shepa adalah nama kerajaan yang berdiri sejak lama dan telah diwariskan secara turun temurun kepada anak cucunya. Raja Halang sendiri adalah raja ke 6 yang telah memimpin kerajaan tersebut. Semua rakyat sangat menghormati dan menyukai raja Halang. Raja Halang adalah raja yang begitu bijaksana dan tegas dalam memimpin rakyatnya. Raja Halang sangat ramah dan baik kepada semua rakyatnya. Beliau  tidak pernah bersikap sombong dan pilih kasih terhadap rakyatnya. Hingga masa kepemimpinanya telah selesai dan digantikan oleh putra tunggalnya bernama raja Rama Shepa, beliau tetap disegani oleh seluruh rakyatnya. Setelah raja Rama menikah dengan ratu Billy dari kerajaan seberang, maka seluruh tahta dan harta warisan raja Halang diserahkan kepada putra tunggalnya yaitu raja Rama.
Sejak saat itu raja Rama resmi menggantikan kepemimpinan ayahnya dan menjadi raja ke 7 di keraajaan Shepa. Raja Halang memutuskan untuk tinggal di sebuah desa yang jauh dari kerajaan karena ingin menghabiskan hari tuanya di tempat dimana beliau dahulu bertemu dengan almarhum isterinya. Raja Rama sendiri sebenarnya melarang ayahnya untuk pindah kesana tetapi ayahnya tetap bersikeras terhadap keinginanya untuk tinggal di desa tersebut. Dengan berat hati raja Rama dan ratu Billy mengijinkan raja Halang untuk meninggalkan kerajaan Shepa. 

***************

Suatu hari raja Rama bertemu seorang tabib ketika melakukan perjalanan menuju kediaman Ayahandanya, raja Halang. Ketika itu hari sudah menjelang malam, matahari sudah terbenam dan suara-suara binatang malam mulai beradu dengan keunikannya masing-masing. Akhirnya sang raja dan prajuritnya memutuskan untuk menghentikan perjalannya dan mencari desa terdekat untuk tempat beristirahat. Hari semakin larut tetapi sang raja dan prajuritnya belum juga menemukan rumah penduduk setempat. Hingga akhirnya sang raja dan pasukannya menemukan sebuah sungai yang  terlihat berkilau dari kejauhan. Mareka menuju sumber cahaya yang berasal dari sungai itu. Ternyata cahaya itu berasal dari keris seorang kakek-kakek yang sedang ditancapkan di dekat batu besar.
“Maaf , kakek sedang apa malam-malam disini?” tanya sang raja begitu penasaran.
Kakek itu tetap diam sambil duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai.
“maaf, kakek ini siapa? Dan sedang apa malam-malam duduk sendiri di pinggir sungai?” tanya sang raja kedua kalinya yang semakin penasaran.
Tetapi kakek itu tetap berdiam diri dan tetap duduk di batu besar sambil memandang  kerisnya yang sedang ditancapkan di hadapannya. Sang raja semakin  bingung dan tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh  kakek itu.
“Maaf kek, kakek sedang apa disini?” untuk ketiga kalinya sang raja bertanya kepada kakek tersebut.
Tetapi kali ini kakek itu menoleh dan memandang sang raja dengan tatapan yang begitu tajam.
“Ada apa gerangan memanggil saya?” jawab kakek tersebut dengan tenang.
“Sebenarnya kami ini sedang mencari tempat untuk menginap malam ini, dan kami melihat cahaya yang begitu terang dari keris kakek. Kalau boleh tahu,kakek ini siapa? Dan sedang apa malam-malam sendirian di tempat ini?”
Kakek tersebut tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya.
“Aku adalah seorang tabib yang sedang mencari keris pusaka di sebuah gua di tengah hutan di ujung sana. Dan keris yang bersinar tadi adalah pasangan dari keris yang sedang kucari. Keris ini akan menyala jika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan ketika berada tidak jauh dari tempat keris ini berada”
Sang raja dan prajuritnya begitu heran mendengar cerita kakek tersebut. Dan kakek tersebut mencabut kerisnya yang tiba-tiba padam.
“Berjalanlah lurus dari sini, kalian akan menemukan sebuah pohon besar berwarna putih yang tidak berdaun. Pohon tersebut mempunyai bentuk mirip dengan tubuh seorang gadis kecil. Lalu ikatlah pohon tersebut dengan tali yang kau bawa sekarang” kakek tersebut memberi sebuah petunjuk kepada sang raja dan prajuritnya.
“Kenapa saya harus mengikat pohon tersebut kek?” tanya sang raja kepada kakek tersebut.
“Lakukan saja, nanti kalian juga akan mengerti. Dan jangan sekali-kali kalian menggores pohon tersebut atau mematahkan rantingnya” jawab kakek tersebut sambil menunjukkan ke arah mana mereka harus melanjutkan perjalanan.
Sang raja dan seluruh prajuritnya melihat telunjuk kakek yang menunjuk menuju ke arah belakang mereka. Setelah mereka membalikkan badan tiba-tiba kakek tersebut sudah menghilang. Mereka berusaha mencari kakek tersebut, tetapi mereka tidak menemukannya. Akhirnya sang raja memerintahkan prajuritnya untuk berhenti mencari kakek tersebut dan memutuskan  untuk melanjutkan perjalanan sesuai dengan petunjuk kakek tadi. 

*************

Ditunggu ya kelanjutan dongengnya? Kalau mau ngasih inspirasi buwat kelanjutan ceritanya boleh kok. Terimakasih telah menyempatkan waktunya untuk mampir kesini :-)

Salam manis dari Nona Senja (Aye) 

 06/12/2013    01:13


5 komentar:

CANDU

Aku adalah gadis kecil yang   beranjak dewasa, tepatnya orang menganggap ABG. Dunia remajaku yang penuh dengan fantasi. Kutemukan dun...