Selasa, 22 Juli 2014

CANDU



Aku adalah gadis kecil yang  beranjak dewasa, tepatnya orang menganggap ABG. Dunia remajaku yang penuh dengan fantasi. Kutemukan dunia baru yang begitu berbeda dari sebelumnya. Semakin hari kurasakan  ada yang berubah dari hidupku. Entah apa, yang jelas kini hatiku mulai tertarik pada seseorang. Kurasakan  gemercik asmara yang mulai tumbuh dan bersemi dihatiku kembali. Pernah kurasakan sebelumnya tetapi aku belum yakin apa itu yang dinamakan cinta. Yang  jelas kurasakan kenyamanan dan keistimewaan darinya. Ini begitu berbeda, bukan kenyamanan dan keistimewaan seperti yang ku dapat dari orangku. Meskipun ini sama-sama bentuk kenyamanan dan keistimewaan tetapi “feel” yang kudapatkan berbeda. Aku sendiri tak mengerti dengan keadaan ini. Kuikuti saja alur hidupku yang terus mengalun. 

Ini masalah hati. Jujur tak mudah hatiku untuk menyukai seseorang. Mungkin hanya sekedar kagum saja.  Itupun ketika indera visual ini sedang bermain dan bertemu dengan insan itu. Setelah itu memudar begitu saja seakan terbang diterpa angin. Hanya sebatas itulah kagum yang kurasakan  kepada seseorang yang menurutku hanya sepintas saja. Tetapi kali ini berbeda, tidak halnya seperti angin yang membawa butiran debu itu terbang jauh dan menghilang. Tetapi ini seperti spektrum yang sedang dibiaskan dan dipantulkan. Tidak hanya sinar putih yang hambar,tetapi semakin lama semakin terlihat warna-warna yang elok yang terpancar dari refleksi sinar itu. Sama seperti hatiku yang semakin lama semakin jatuh, jatuh semakin dalam kepada seseorang diseberang sana. 

Kini hatiku benar-benar dibawanya, dimilikinya dan dirampasnya secara perlahan. Siapa yang menduga keraguan yang awalnya selalu menyelimuti asmara ini, kini berubah menjadi kebahagiaan yang selalu bersemi dan semakin menggila. Entah, darimana perasaan ini datang. Yang jelas aku mulai menyukainya. Hingga aku takut kenyamanan yang kudapat darinya akan sirna dengan berjalannya waktu, akan hilang digantikan dengan yang lain dan akan mati dilupakannya. Namun semua ketakutan itu kutepis. Karena aku yakin Tuhan tidak pernah tidur. Tangan Tuhan yang akan mempersatukan pemilik hati yang telah digariskan di serpihan takdir-Nya. Aku hanya berharap semoga kenyamanan ini akan terus mengalir menemani setiap nafas yang kuhembuskan. Tapi bagaimanapun Tuhanlah yang menguasai hati setiap makhluk-Nya. Biarlah Tuhan juga yang memberi vonis atas rasa yang kuterima dan kuberikan. Mungkin aku tak cukup baik untuk semua orang, tapi aku percaya bahwa aku selalu menjadi yang terbaik untuk orang yang pantas untukku. Terimakasih Tuhan, telah menjadikanku tokoh terhebat dalam skenario-Mu J


20/04/2014

2 komentar:

  1. jika semisal belum siap untuk menerima, lebih baik tunggu saja. memang dan emang benar. SkenarioNYA selalu yang terbaik untuk hambaNYA (y)

    BalasHapus
  2. Collections nya Senja Bergoyang ada nggak ... wkwkwkwkwk

    BalasHapus

CANDU

Aku adalah gadis kecil yang   beranjak dewasa, tepatnya orang menganggap ABG. Dunia remajaku yang penuh dengan fantasi. Kutemukan dun...