Minggu, 08 Desember 2013

CURCOL (Suara Hatiku)


Kali ini curcol dulu ya sobat? Dulu nulisnya ini saat lagi galau-galaunya. Makhlum lah, kan mau UNAS jadi wajar kalau nglantur begini. Hehehe....Intinya ini efek dari banyak tugas dan banyak pikiran ujung-ujungnya stress berat :-D

SUARA HATIKU
Oleh : A*** Y*****

Kali ini aku benar-benar merasa sendiri. Yah,tepatnya malam ini gurasakan gundah yang begitu luar biasa. Mungkin karena imajinasiku sendiri atau bayang-bayang di masa lalu dan masa depan yang selalu menghantui sering menghantuiku. Hingga aku tak kuat lagi menahannya,apalagi kalau tidak menangis di sudut kamar. Cara terampuh yang dilakukan wanita secara reflek. Bukan karena cengeng atau lemah tapi karena naluri yang dianugerahkan oleh Sang Maha Pencipta.
Hati kecilku yang menghujamku dengan beribu pertanyaan dan nasehat, yang membuatku semakin terpojok dan sadar akan kekuranganku selama ini.

“Dasar cengeng,apa yang kau tangisi?”

“Entah,aku benar-benar merasa terjatuh dan tak berdaya saat ini. Apakah Allah mendengar keluh kesahku selama ini? Apakah Allah mengerti keinginanku selama ini?”

“Tentu,Dialah yang Maha adil dan mengerti keadaan semua makhluknya,termasuk kamu. Kenapa kamu meragukan-Nya?”

“Tidak,aku tidak meragukannya. Aku hanya berpikir kenapa aku belum bisa mendapatkan dan meraih apa yang kuinginkan selama ini. Apakah aku ini hambanya yang penuh dosa? Sedangkan mereka dengan mudah mendapatkan yang diinginkan dengan sekali pinta?”

“Banyak sekali alasannya. Mungkin karena kamu terlalu sombong,kamu menganggap dirimu mulia,seolah-olah ibadahmu jauh lebih sempurna dari mereka. Tetapi sesungguhnya dirimu tidak lebih baik dari mereka. Sehingga Allah dengan mudah mengabulkan doa mereka. Atau mungkin karena Allah begitu menyayangi dan mencintai kamu. Allah senang ketika dirimu memohon pada-Nya,meminta pada-Nya dan mengisak tangis dengan mengagunggkan nama-Nya. Allah takut jika permintaanmu dengan cepat dikabulakn,kamu akan lupa pada-Nya. Allah ingin menguji kecintaanmu pada-Nya,hambanya yang dikasihi”.

“Tapi kenapa? Apakah Allah pasti akan mengabulkan permintaanku di hari nanti?”

“Jangan sekali-kali kamu menghakimi-Nya. Cobalah lihat dirimu sendiri. Apakah kamu selalu mengutamakan-Nya? Tidak kan? Bahkan kamu selau menduakan-Nya. Kamu mendahulukan kepentingan pribadimu dulu. Untuk sholat saja kamu sering menunda-menunda dengan berbagai alasan. Ingat gak? Waktu jam sholat dzuhur di sekolah,kamu sering menundanya sehabis pulang sekolah kan? Dengan alasan masih mengerjakan tugaslah,ada ulanganlah atau makan siang dululah. Jadi jika Allah menunda permintaan mu juga,itu hal yang sangat wajar kan? Kenapa kamu harus protes? Mungkin Allah tidak mengabulkan permintaanmu di dunia tetapi akan dikabulkan di akhirat kelak. Itu pasti,karena sesuai janji-Nya”.

“Ya,aku memang sering menduakan-Nya. Aku begitu egois terhadap-Nya. Mungkin Allah membenciku dan merasa kecewa terhadapku”.

“Tidak,Allah tidak pernah membenci hamba-Nya. Allah tidak pernah meninggalkan mu. Allah selau mempunyai waktu untukmu. Adakah orang yang bisa memberi keistimewaan melebihi-Nya? Siapa? Orang tuamu mungkin. Tetapi kamu tidak mungkin kan setiap hari harus mengeluh kepada mereka? Siapa lagi sekarang? 

“Aku menyadari kekhilafanku saat itu. Mungkin saat itu,mata hatiku tertutup dan terlena oleh kenikmatan fana ini. Aku benar-benar berdosa kepada orang tuaku,lebih-lebih kepada ibuku. Aku pernah berbohong dengan ibuku dan melanggar nasehatnya. Maafkan aku bu? Aku janji akan berubah dan tidak akan mengulanginya lagi”.

“Percuma saja kamu sekarang menangis dan berjanji,kalau tidak kamu tepati. Asal kamu tau, orang tuamu sangat berharap kepadamu agar kelak kamu bisa menjadi orang yang sukses dan menjadi kebanggaan mereka. Tegakah jika kamu merusak harapan mereka?”

“Tidak. Aku ingin melihat mereka tersenyum bahagia,aku ingin membuat hari tuanya menyenangkan. Aku tidak mau membuat harapan mereka hancur”.

“Kamu begitu polos,kamu begitu ababil. Mudah sekali goyah. Belajarlah menjadi lebih dewasa. Hadapi semua dengan kepala dingin,jangan dengan nafsu dan emosi. Kuatkan imanmu dan jadilah dirimu sendiri”.

“Aku benar-benar bodoh,aku begitu jahat,aku begitu egois,aku tidak bisa menjadi anak yang baik bagi orang tuaku. Aku..aku..aku... ah aku memang keterlaluan”.

“Sudahlah,tidak ada gunanya menyesali kesalahan. Semua sudah berlalu,tinggal bagaimana cara kamu agar tidak terjerumus ke hal yang sama. Lakukan yang terbaik bagi dirimu,keluargamu dan teman-temanmu”.

“iya,seenggaknya masih banyak orang yang menyayangiku. Terimakasih ya Allah,Engkau masih memberi kesempatan padaku dan masih mau menegurku saat ini. Aku sadar bahwa semuanya pasti akan kembali kepada-Mu. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Dan hanya Engkau sandaran hati yang paling indah dan istimewa”.

“Bangkitlah,semua belum berakhir. Perjalananmu masih panjang. Masih banyak rintangan yang harus kamu hadapi. Fokus dan dekatkanlah dirimu kepada Sang Kholik. Insyaallah,selalu ada jalan bagimu”.

“Ya aku akan bangkit dan berubah, demi orang-orang yang selalu mendukung dan menyayangiku”


THANKS FOR YOUR TIME. HUMBLE IS KEY TO REACH THE SUCCESS...
“MOVE ON...MOVE ON”

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca curhatan saya. Jangan bosen-bosen ya sobat? :-)

23/12/2012  01:15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CANDU

Aku adalah gadis kecil yang   beranjak dewasa, tepatnya orang menganggap ABG. Dunia remajaku yang penuh dengan fantasi. Kutemukan dun...