Kali
ini curcol dulu ya sobat? Dulu nulisnya ini saat lagi galau-galaunya. Makhlum
lah, kan mau UNAS jadi wajar kalau nglantur begini. Hehehe....Intinya ini efek
dari banyak tugas dan banyak pikiran ujung-ujungnya stress berat :-D
SUARA HATIKU
Oleh : A*** Y*****
Kali
ini aku benar-benar merasa sendiri. Yah,tepatnya malam ini gurasakan gundah
yang begitu luar biasa. Mungkin karena imajinasiku sendiri atau bayang-bayang
di masa lalu dan masa depan yang selalu menghantui sering menghantuiku. Hingga aku
tak kuat lagi menahannya,apalagi kalau tidak menangis di sudut kamar. Cara
terampuh yang dilakukan wanita secara reflek. Bukan karena cengeng atau lemah
tapi karena naluri yang dianugerahkan oleh Sang Maha Pencipta.
Hati kecilku yang
menghujamku dengan beribu pertanyaan dan nasehat, yang membuatku semakin
terpojok dan sadar akan kekuranganku selama ini.
“Dasar
cengeng,apa yang kau tangisi?”
“Entah,aku benar-benar
merasa terjatuh dan tak berdaya saat ini. Apakah Allah mendengar keluh kesahku
selama ini? Apakah Allah mengerti keinginanku selama ini?”
“Tentu,Dialah
yang Maha adil dan mengerti keadaan semua makhluknya,termasuk kamu. Kenapa kamu
meragukan-Nya?”
“Tidak,aku tidak
meragukannya. Aku hanya berpikir kenapa aku belum bisa mendapatkan dan meraih
apa yang kuinginkan selama ini. Apakah aku ini hambanya yang penuh dosa?
Sedangkan mereka dengan mudah mendapatkan yang diinginkan dengan sekali pinta?”
“Banyak
sekali alasannya. Mungkin karena kamu terlalu sombong,kamu menganggap dirimu
mulia,seolah-olah ibadahmu jauh lebih sempurna dari mereka. Tetapi sesungguhnya
dirimu tidak lebih baik dari mereka. Sehingga Allah dengan mudah mengabulkan
doa mereka. Atau mungkin karena Allah begitu menyayangi dan mencintai kamu. Allah
senang ketika dirimu memohon pada-Nya,meminta pada-Nya dan mengisak tangis
dengan mengagunggkan nama-Nya. Allah takut jika permintaanmu dengan cepat
dikabulakn,kamu akan lupa pada-Nya. Allah ingin menguji kecintaanmu
pada-Nya,hambanya yang dikasihi”.
“Tapi kenapa? Apakah
Allah pasti akan mengabulkan permintaanku di hari nanti?”
“Jangan
sekali-kali kamu menghakimi-Nya. Cobalah lihat dirimu sendiri. Apakah kamu
selalu mengutamakan-Nya? Tidak kan? Bahkan kamu selau menduakan-Nya. Kamu
mendahulukan kepentingan pribadimu dulu. Untuk sholat saja kamu sering
menunda-menunda dengan berbagai alasan. Ingat gak? Waktu jam sholat dzuhur di
sekolah,kamu sering menundanya sehabis pulang sekolah kan? Dengan alasan masih
mengerjakan tugaslah,ada ulanganlah atau makan siang dululah. Jadi jika Allah
menunda permintaan mu juga,itu hal yang sangat wajar kan? Kenapa kamu harus
protes? Mungkin Allah tidak mengabulkan permintaanmu di dunia tetapi akan
dikabulkan di akhirat kelak. Itu pasti,karena sesuai janji-Nya”.
“Ya,aku memang sering
menduakan-Nya. Aku begitu egois terhadap-Nya. Mungkin Allah membenciku dan
merasa kecewa terhadapku”.
“Tidak,Allah
tidak pernah membenci hamba-Nya. Allah tidak pernah meninggalkan mu. Allah
selau mempunyai waktu untukmu. Adakah orang yang bisa memberi keistimewaan
melebihi-Nya? Siapa? Orang tuamu mungkin. Tetapi kamu tidak mungkin kan setiap
hari harus mengeluh kepada mereka? Siapa lagi sekarang?
“Aku menyadari
kekhilafanku saat itu. Mungkin saat itu,mata hatiku tertutup dan terlena oleh
kenikmatan fana ini. Aku benar-benar berdosa kepada orang tuaku,lebih-lebih
kepada ibuku. Aku pernah berbohong dengan ibuku dan melanggar nasehatnya.
Maafkan aku bu? Aku janji akan berubah dan tidak akan mengulanginya lagi”.
“Percuma
saja kamu sekarang menangis dan berjanji,kalau tidak kamu tepati. Asal kamu tau,
orang tuamu sangat berharap kepadamu agar kelak kamu bisa menjadi orang yang
sukses dan menjadi kebanggaan mereka. Tegakah jika kamu merusak harapan
mereka?”
“Tidak. Aku ingin
melihat mereka tersenyum bahagia,aku ingin membuat hari tuanya menyenangkan.
Aku tidak mau membuat harapan mereka hancur”.
“Kamu
begitu polos,kamu begitu ababil. Mudah sekali goyah. Belajarlah menjadi lebih
dewasa. Hadapi semua dengan kepala dingin,jangan dengan nafsu dan emosi.
Kuatkan imanmu dan jadilah dirimu sendiri”.
“Aku benar-benar
bodoh,aku begitu jahat,aku begitu egois,aku tidak bisa menjadi anak yang baik
bagi orang tuaku. Aku..aku..aku... ah aku memang keterlaluan”.
“Sudahlah,tidak
ada gunanya menyesali kesalahan. Semua sudah berlalu,tinggal bagaimana cara
kamu agar tidak terjerumus ke hal yang sama. Lakukan yang terbaik bagi
dirimu,keluargamu dan teman-temanmu”.
“iya,seenggaknya masih
banyak orang yang menyayangiku. Terimakasih ya Allah,Engkau masih memberi
kesempatan padaku dan masih mau menegurku saat ini. Aku sadar bahwa semuanya
pasti akan kembali kepada-Mu. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Dan hanya
Engkau sandaran hati yang paling indah dan istimewa”.
“Bangkitlah,semua
belum berakhir. Perjalananmu masih panjang. Masih banyak rintangan yang harus
kamu hadapi. Fokus dan dekatkanlah dirimu kepada Sang Kholik. Insyaallah,selalu
ada jalan bagimu”.
“Ya aku akan bangkit dan berubah, demi orang-orang
yang selalu mendukung dan menyayangiku”
THANKS FOR YOUR TIME. HUMBLE IS KEY TO
REACH THE SUCCESS...
“MOVE ON...MOVE ON”
Terimakasih sudah
menyempatkan waktu untuk membaca curhatan saya. Jangan bosen-bosen ya sobat? :-)
23/12/2012 01:15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar