Jumat, 11 April 2014

Prestasi Gemilang Mahasiswa Unesa


Penulis : Aris Yunita

Unesa patut berbangga, karena lagi-lagi mahasiswanya berhasil menembus prestasi di tingkat Internasional. Seperti yang dialami salah satu mahasiswa Ekonomi jurusan Akuntansi, Eviera Maharani Utomo yang akrab di panggil Viera. Gadis kelahiran 30 Oktober 1992 yang sekarang duduk di bangku semester akhir ini, merupakan mahasiswa yang berkesempatan mendapat beasiswa berkunjung ke negara Jepang. Dia mengikuti program pertukaran pemuda baru  antara Jepang dan negara-negara anggota ASEAN  yang disebut dengan  JENESYS 2.0  (Japan-East  Asia Network of Exchange for Students and Youth/Jaringan Pertukaran untuk Mahasiswa dan Pemuda Jepang-Asia Timur).  Secara umum program ini merupakan bagian dari upaya  revitalisasi ekonomi Jepang, meningkatkan  jumlah  pengunjung ke Jepang, dan pada saat yang sama, mempromosikan pemahaman terhadap nilai-nilai Jepang  kepada para mahasiswa dan pemuda dari wilayah Asia/Oseania.  Program ini dibiayai oleh Pemerintah Jepang, dan dilaksanakan oleh  Japan International Cooperation Center  (JICE)  dan  Kedutaan Besar  Jepang di Indonesia berkerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (PPIM UIN Jakarta).
Awalnya Viera mendapatkan informasi progam tersebut dari temannya, kemudia dia mencari informasi lebih lengkap dari berbagai sumber. Setelah mengirimkan semua persyaratan ke pihak penyelenggara program JENESYS 2.0 dan melewati seleksi yang begitu ketat, akhirnya dia berhasil lolos dan terpilih sebagai salah satu peserta yang akan mewakili Indonesia dalam program ini. Dari banyaknya peserta yang mengikuti seleksi, hanya diambil 96 mahasiswa dan  4 orang pembimbing.  Dari wilayah Surabaya sendiri ada 6 perwakilan mahasiswa, yang terdiri dari 2 mahasiswa Unesa, 3 mahasiswa Unair dan 1 mahasiswa IAIN. Tema dari progam JENESYS 2.0 yang diikuti Viera adalah “Traditional Culture, Art, and Heritage”
Dia melakukan kunjungan ke Jepang hampir selama seminnggu sejak tanggal 23 Februari - 4 Maret saat di Jepang mengalami musim peralihan antara musim salju dan musim semi. Tentunya ini menjadi hal yang baru dan pengalaman baru bagi Viera. Semua biaya dan kebutuhannya selama di Jepang ditanggung oleh pihak JENESYS 2.0  kecuali uang saku peserta, biaya akomodasi  ke Jakarta sebelum keberangkatan ke Jepang serta biaya individual lain (seperti vaksinasi, obat-obatan, laundry dll). Banyak sekali kegiatan yang dia lakukan disana antara lain kunjungan ke perusahaan-perusahaan, kampus,  pemkot, tempat wisata dan beberapa provinsi di Jepang. Selain mengunjungi dan mengetahui kondisi sektor industri di Jepang, dia juga mengetahui kondisi sektor pertania, budaya dan pariwisata di Jepang. Menurutnya kehidupan petani di Jepang sangat sejahtera, berbeda dengan kehidupan petani di Indonesia.  Selain itu orang Jepang sangat disiplin waktu, menghargai budaya dan tempat wisata yang merupakan aset berharga sebuah negara. Dia juga melihat kehebatan tekhnologi di negara Jepang seperti lautan yang ditimbun dengan tanah dan jalan tol yang dikasih tembok  kedap suara. Menurutnya progam JENESYS 2.0 merupakan progam yang sangat bagus sekali. Dia berharap agar teman-teman dari Unesa yang lain bisa mencari kesempatan atau peluang yang lebih awere. 
Tak jauh berbeda dengan Viera, Putri Armadiyanti yang akrab dipanggil Putri juga akan menyusul prestasi gemilang Viera yang telah diperoleh terlebih dulu. Gadis kelahiran 12 Januari 1992 juga berkesempatan mendapat beasiswa berkunjung ke negara Jepang. Bedanya, tema JENESYS 2.0 kali ini adalah “Urband and City Planning” yang akan di laksanakan tanggal 21 April - 30 April. Syarat pendaftarannya juga hampir sama yaitu dengan mengisi formulir lengkap dan membuat esay.  Sebelum berangkat ke Jepang  Putri meminta tips-tips  untuk apa saja yang  harus dibawa dan dipersiapkan di sana. Selain itu Putri juga mempersipakan kondisi mental dan kesehatannya. Semoga rekan kita Putri Armadiyanti juga diberi kelancaran mengikuti program ini dan bisa membagikan pengalamannya kepada kita semua.
            Semoga prestasi yang telah dikibarkan teman-teman kita di tingkat internasioanal, bisa memotivasi kita untuk lebih semangat belajar dan mengembangkan segala potensi yang kita miliki, serta mengaharumkan nama almamater dan negara kita tercinta. Tidak ada kata terlambat selama kita mau berusaha dan berjuang keras :)


*Hasil wawancara lansung dengan narasumber*

07/04/2014 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CANDU

Aku adalah gadis kecil yang   beranjak dewasa, tepatnya orang menganggap ABG. Dunia remajaku yang penuh dengan fantasi. Kutemukan dun...