Penulis : Aris Yunita
Unesa
patut berbangga, karena lagi-lagi mahasiswanya berhasil menembus prestasi di tingkat Internasional.
Seperti yang dialami salah satu mahasiswa Ekonomi jurusan Akuntansi, Eviera
Maharani Utomo yang akrab di panggil Viera. Gadis kelahiran 30 Oktober 1992
yang sekarang duduk di bangku semester akhir ini, merupakan mahasiswa yang
berkesempatan mendapat beasiswa berkunjung ke negara Jepang. Dia mengikuti
program pertukaran pemuda baru antara
Jepang dan negara-negara anggota ASEAN
yang disebut dengan JENESYS
2.0 (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and
Youth/Jaringan Pertukaran untuk Mahasiswa dan Pemuda Jepang-Asia Timur). Secara umum program ini merupakan bagian dari
upaya revitalisasi ekonomi Jepang,
meningkatkan jumlah pengunjung ke Jepang, dan pada saat yang
sama, mempromosikan pemahaman terhadap nilai-nilai Jepang kepada para mahasiswa dan pemuda dari wilayah
Asia/Oseania. Program ini dibiayai oleh
Pemerintah Jepang, dan dilaksanakan oleh
Japan International Cooperation Center
(JICE) dan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia berkerjasama dengan Pusat
Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta (PPIM UIN Jakarta).
Awalnya
Viera mendapatkan informasi progam tersebut dari temannya, kemudia dia mencari
informasi lebih lengkap dari berbagai sumber. Setelah mengirimkan semua
persyaratan ke pihak penyelenggara program JENESYS 2.0 dan melewati seleksi
yang begitu ketat, akhirnya dia berhasil lolos dan terpilih sebagai salah satu
peserta yang akan mewakili Indonesia dalam program ini. Dari banyaknya peserta
yang mengikuti seleksi, hanya diambil 96 mahasiswa dan 4 orang pembimbing. Dari wilayah Surabaya sendiri ada 6
perwakilan mahasiswa, yang terdiri dari 2 mahasiswa Unesa, 3 mahasiswa Unair
dan 1 mahasiswa IAIN. Tema dari progam JENESYS 2.0 yang diikuti Viera adalah
“Traditional Culture, Art, and Heritage”
Dia
melakukan kunjungan ke Jepang hampir selama seminnggu sejak tanggal 23 Februari
- 4 Maret saat di Jepang mengalami musim peralihan antara musim salju dan musim
semi. Tentunya ini menjadi hal yang baru dan pengalaman baru bagi Viera. Semua
biaya dan kebutuhannya selama di Jepang ditanggung oleh pihak JENESYS 2.0 kecuali uang saku peserta, biaya
akomodasi ke Jakarta sebelum
keberangkatan ke Jepang serta biaya individual lain (seperti vaksinasi, obat-obatan,
laundry dll). Banyak sekali kegiatan yang dia lakukan disana antara lain
kunjungan ke perusahaan-perusahaan, kampus, pemkot, tempat wisata dan beberapa provinsi di
Jepang. Selain mengunjungi dan mengetahui kondisi sektor industri di Jepang,
dia juga mengetahui kondisi sektor pertania, budaya dan pariwisata di Jepang.
Menurutnya kehidupan petani di Jepang sangat sejahtera, berbeda dengan
kehidupan petani di Indonesia. Selain
itu orang Jepang sangat disiplin waktu, menghargai budaya dan tempat wisata yang
merupakan aset berharga sebuah negara. Dia juga melihat kehebatan tekhnologi di
negara Jepang seperti lautan yang ditimbun dengan tanah dan jalan tol yang dikasih
tembok kedap suara. Menurutnya progam
JENESYS 2.0 merupakan progam yang sangat bagus sekali. Dia berharap agar
teman-teman dari Unesa yang lain bisa mencari kesempatan atau peluang yang
lebih awere.
Tak
jauh berbeda dengan Viera, Putri Armadiyanti yang akrab dipanggil Putri juga
akan menyusul prestasi gemilang Viera yang telah diperoleh terlebih dulu. Gadis
kelahiran 12 Januari 1992 juga berkesempatan mendapat beasiswa berkunjung ke
negara Jepang. Bedanya, tema JENESYS 2.0 kali ini adalah “Urband and City
Planning” yang akan di laksanakan tanggal 21 April - 30 April. Syarat
pendaftarannya juga hampir sama yaitu dengan mengisi formulir lengkap dan
membuat esay. Sebelum berangkat ke
Jepang Putri meminta tips-tips untuk apa saja yang harus dibawa dan dipersiapkan di sana. Selain
itu Putri juga mempersipakan kondisi mental dan kesehatannya. Semoga rekan kita
Putri Armadiyanti juga diberi kelancaran mengikuti program ini dan bisa
membagikan pengalamannya kepada kita semua.
Semoga prestasi yang telah
dikibarkan teman-teman kita di tingkat internasioanal, bisa memotivasi kita
untuk lebih semangat belajar dan mengembangkan segala potensi yang kita miliki,
serta mengaharumkan nama almamater dan negara kita tercinta. Tidak ada kata
terlambat selama kita mau berusaha dan berjuang keras :)
*Hasil wawancara lansung dengan narasumber*
07/04/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar